PDAM Tirto
Negoro Kabupaten Sragen merupakan penyedia pelayanan publik berbasis perusahaan
daerah. Sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tentu saja PDAM Tirto Negoro Kabupaten
Sragen dituntut memiliki kualitas pelayanan publik yang baik. Di dalam kajian
ini, akan dianalisis terkait pelayanan publik di PDAM Tirto Negoro Kabupaten
Sragen. Pelayanan publik yang telah dilakukan di PDAM Tirto Negoro Kabupaten
Sragen dapat dianalisis menggunakan teori momen kritis pelayanan (moment of truth). Moment kritis
pelayanan ini merupakan kontak yang terjadi antara konsumen dengan setiap aspek
organisasi yang akan membentuk opini konsumen perihal kualitas pelayanan yang
diberikan sebuah organisasi tersebut (Albert & Brandford, 1990 : 32).
Hasil
kajian menunjukkan bahwa PDAM Tirto Negoro Kabupaten Sragen sudah menyesuaikan
konteks pelayanan publik yang diberikan pada pelanggan. Perusahaan penyedia
jasa air minum ini telah berusaha menyeimbangkan referensi yang dimiliki
pelanggan (customer’s frame
of reference) dengan referensi yang dimiliki perusahaan (employees’s frame of reference atau referensi providers).
Untuk lebih jelasnya dalam membandingkan referensi providers dengan referensi
konsumen, maka dapat dikaji dari visi,
misi, maupun motto perusahaan, kemudian membandingkannya dengan referensi
konsumen.
Visi PDAM
Tirto Negoro Kabupaten Sragen adalah: “Menjadikan perusahaan yang besar dan
sehat dengan pengelolaan menggunakan prinsip-prinsip ekonomi dengan pelayanan
prima yang didukung oleh sumber daya manusia yang prosessional untuk
mendapatkan keuntungan”. Misi PDAM Tirto Negoro Kabupaten Sragen adalah: (1)
Sebagai penyedia air bersih yang memenuhi persyaratan kesehatan kepada
masyarakat secara merata dan terus menerus; (2) Optimalisasi keuntungan
perusahaan melalui pengelolaan secara ekonomis, efektif, dan efisien untuk
dapat mengembangkan perusahaan dan memberikan kontribusi kepada PAD dan turut
serta menumbuhkan perekonomian daerah; (3) Meningkatkan kualitas sumber daya
manusia dan kesejahteraan karyawan. Motto perusahaan, ialah “BEST” (BErikan Service Terbaik).
Sesuai
teori moment kritis pelayanan, referensi providers ini dibandingkan dengan
referensi pelanggan. Jika referensi providers ditunjukkan dengan visi, misi dan
motto perusahaan, maka referensi pelanggan dapat dikaji melalui hasil Survey
Kepuasan Pelanggan yang secara periodik dilakukan oleh perusahaan. Hasil Survei
Kepuasan Pelanggan yang dilakukan oleh Divisi Hubungan Langganan PDAM Kabupaten
Sragen yang dilakukan bekerjasama dengan BPKP Jawa Tengah pada 11 Oktober 2013
s/d 16 Oktober 2013 lalu, menunjukkan, pelanggan secara umum menginginkan
hal-hal sebagai berikut : (1) Pelayanan jasa air yang bersih; (2) Tekanan air yang
bagus; (3) Kemudahan dalam pembayaran; (4) Harga menjangkau rakyat ekonomi
menengah ke bawah, dan (5) Prosedur administrasi yang mudah dan cepat.
Berdasarkan perbandingan referensi providers (employees’s frame of reference) dengan referensi
pelanggan (customer’s frame of
reference) tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa PDAM Tirto Negoro Kabupaten
Sragen telah menyeimbangkan antara referensi pelanggan dengan referensi
provoders. Dengan demikian, pelayanan publik yang dilakukan di perusahaan
tersebut telah sesuai dengan model moment kritis pelayanan (moment of truth) seperti yang
dikemukakan Albert & Brandford.
Johan Bhimo Sukoco
*) Gambar diambil darisini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar