Minggu, 05 Juni 2016

Pengembangan Budaya Membaca



Beberapa istilah yang berkaitan dengan artikel ini yaitu: minat baca, kebiasaan baca, dan budaya baca. Menurut Sutarno NS (2006:26), minat baca diartikan sebagai kecenderungan hati yang tinggi dari seseorang kepada suatu sumber bacaan tertentu. Budaya baca adalah suatu sikap dan tindakan atau perbuatan seseorang untuk membaca yang dilakukan secara teratur dan berkelanjutan, sedangkan di dalam pengertian budaya baca ini mencakup kebiasaan dan proses dalam waktu yang lama di dalam kehidupan seseorang untuk selalu menggunakan sebagian waktunya untuk membaca.  

Faktor yang menjadi pendorong tumbuhnya minat baca ialah ketertarikan, kegemaran, dan hobi membaca, sedangkan pendorong tumbuhnya kebiasaan membaca adalah kemauan dan kemampuan membaca. Berseminya budaya baca adalah kebiasaan membaca, dimana hal ini dapat terpelihara dengan tersedianya bahan bacaan yang baik, menarik, memadai, baik dari jenis, jumlah, maupun mutunya.

Primanto Nugroho (2000) menyatakan bahwa duduk perkara minat baca rendah bukan pada soal kalkulasi tinggi atau rendahnya. Minat baca lebih merupakan keadaan yang bervariasi sesuai dengan lokalitas di setiap elemen penyusun gerak masyarakat. Kepekaan dan variasi kebutuhan informasi di masyarakat itulah yang akan banyak menentukan keberhasilan suatu bacaan.

PDAM Tirto Negoro yang merupakan bagian dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Sragen, ikut serta mengembangkan minat baca, kebiasaan baca, dan budaya baca pada karyawan. Hal ini terbukti dari penyediaan buku-buku motivasi kerja dari pihak manajemen pada karyawan. Adapun buku-buku tersebut bertema besar perubahan yang merupakan karangan Rhenal Khasali, PhD. Buku-buku tersebut, antara lain: “Change!”, “Myelin”, “Re-Code”, “Cracking Zone”, dan “Powerhouse”. Sebagai tindak lanjut dari pemberian buku ini kepada karyawan, maka dilanjutkan dengan follow up terkait pemahaman mereka perihal buku yang sudah dipelajari.

Beberapa kegiatan dalam rangka follow up ini misalnya diskusi buku secara kelompok. Selain itu, sebagai langkah jauh dari tindak lanjut ini dilakukan pengkajian secara mendalam dengan penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) yang diadakan dalam peringatan HUT PDAM Tirto Negoro Kabupaten Sragen ke-23 lalu. Selain melalui penyediaan buku-buku motivasi kinerja, manajemen juga menyediakan akses media massa secara berlangganan dan akses internet dengan kecepatan tinggi. Dengan demikian, diharapkan minat baca, kebiasaan baca, dan budaya baca di PDAM Tirto Negoro Kabupaten Sragen dapat meningkat menuju karyawan dengan akses informasi yang memadai. 

Johan Bhimo Sukoco
*) Gambar diambil darisini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar