Beberapa istilah yang
berkaitan dengan artikel ini yaitu: minat baca, kebiasaan baca, dan budaya baca.
Menurut Sutarno NS (2006:26), minat baca diartikan sebagai kecenderungan hati
yang tinggi dari seseorang kepada suatu sumber bacaan tertentu. Budaya baca
adalah suatu sikap dan tindakan atau perbuatan seseorang untuk membaca yang
dilakukan secara teratur dan berkelanjutan, sedangkan di dalam pengertian
budaya baca ini mencakup kebiasaan dan proses dalam waktu yang lama di dalam
kehidupan seseorang untuk selalu menggunakan sebagian waktunya untuk membaca.
Faktor yang menjadi pendorong
tumbuhnya minat baca ialah ketertarikan, kegemaran, dan hobi membaca, sedangkan
pendorong tumbuhnya kebiasaan membaca adalah kemauan dan kemampuan membaca.
Berseminya budaya baca adalah kebiasaan membaca, dimana hal ini dapat
terpelihara dengan tersedianya bahan bacaan yang baik, menarik, memadai, baik
dari jenis, jumlah, maupun mutunya.
Primanto Nugroho (2000)
menyatakan bahwa duduk perkara minat baca rendah bukan pada soal kalkulasi
tinggi atau rendahnya. Minat baca lebih merupakan keadaan yang bervariasi
sesuai dengan lokalitas di setiap elemen penyusun gerak masyarakat. Kepekaan
dan variasi kebutuhan informasi di masyarakat itulah yang akan banyak menentukan
keberhasilan suatu bacaan.
PDAM Tirto Negoro yang
merupakan bagian dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Sragen, ikut
serta mengembangkan minat baca, kebiasaan baca, dan budaya baca pada karyawan.
Hal ini terbukti dari penyediaan buku-buku motivasi kerja dari pihak manajemen
pada karyawan. Adapun buku-buku tersebut bertema besar perubahan yang merupakan
karangan Rhenal Khasali, PhD. Buku-buku tersebut, antara lain: “Change!”, “Myelin”, “Re-Code”, “Cracking
Zone”, dan “Powerhouse”. Sebagai
tindak lanjut dari pemberian buku ini kepada karyawan, maka dilanjutkan dengan follow up terkait pemahaman mereka
perihal buku yang sudah dipelajari.
Beberapa
kegiatan dalam rangka follow up ini
misalnya diskusi buku secara kelompok. Selain itu, sebagai langkah jauh dari
tindak lanjut ini dilakukan pengkajian secara mendalam dengan penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) yang
diadakan dalam peringatan HUT PDAM Tirto Negoro Kabupaten Sragen ke-23 lalu.
Selain melalui penyediaan buku-buku motivasi kinerja, manajemen juga
menyediakan akses media massa secara berlangganan dan akses internet dengan
kecepatan tinggi. Dengan demikian, diharapkan minat baca, kebiasaan baca,
dan budaya baca di PDAM Tirto Negoro Kabupaten Sragen dapat meningkat menuju
karyawan dengan akses informasi yang memadai.
Johan Bhimo Sukoco
*) Gambar diambil darisini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar