Minggu, 17 Juni 2018

Guru Besar UNS Melakukan Review 13 Penelitian Hibah Internal Dosen FISIP UNISRI

Pada Senin (5 Februari 2018), lalu, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, mengadakan review penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang bersumber dari hibah internal dosen untuk Tahun Anggaran 2018/2019. Bertindak sebagai reviewer ialah Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, M.Si, yang merupakan Guru Besar Ilmu Administrasi Negara dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Prof Ismi, demikian beliau biasa disapa, menggunakan kriteria penilaian dari Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) dalam melakukan review, antara lain : Masalah yang diteliti (meliputi : Kontribusi pada iptek-sosbud, Tinjauan pustaka, dan Perumusan masalah); Orientasi Penelitian (Makna Ilmiah, Orisinalitas dan kemutakhiran); Metode Penelitian (Pola pendekatan ilmiah, dan Kesesuaian Metode); Luaran Penelitian (Publikasi ilmiah, Teori/hipotesis baru, Metode baru dan informasi/desain baru), dan Kelayakan Sumber Daya (Peneliti, Peralatan, Rencana jadwal dan rencana biaya. Keterlibatan mahasiswa baik untuk tugas akhir / PKM). 

Kegiatan ini diawali dengan presentasi masing-masing dosen pengusul, dimulai dari Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Ilmu Komunikasi, dan kemudian Ilmu Hubungan Internasional. Prof. Ismi, sebagai reviewer kemudian memberikan masukan dari proposal penelitian masing-masing dosen, berikut dengan catatan yang perlu diperbaiki. Beberapa dosen mendapatkan apresiasi dari beliau, berupa tanda bintang yang berarti bahwa penelitian ini memenuhi kriteria untuk diusulkan ke hibah-hibah Dikti berikutnya. Kegiatan ini bukan hanya mereview proposal penelitian, melainkan juga review untuk proposal pengabdian kepada masyarakat. 

Bertindak sebagai reviewer ialah Dr. Dian Esti Nurati, M.Si.Beliau merupakan dosen Ilmu Komunikasi FISIP Unisri dan Magister Administrasi Publik Pascasarjana Unisri, yang sudah malang melintang memperoleh hibah Dikti. Tahun lalu, misalnya, Dr Dian, demikian beliau biasa disapa, memperoleh dana hibah pengandian kepada masyarakat dalam memberdayakan pranatacara di Pawiyatan Mangesti Budoyo dan Pawiyatan Manunggal Makarti Mulyo Desa Makamhaji Kartasuro, Sukoharjo. Dr Dian memberi masukan kepada pengusul proposal pengabdian kepada masyarakat, agar lebih memperhatikan sistematika yang telah dibuat dalam Buku Pedoman Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, yang dibuat Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Maysrakat (LPPM) Unisri. Secara umum, kegiatan review proposal penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat ini berjalan dengan baik, dimulai dari pukul 09.00 WIB dan diakhiri pukul 13.00 WIB.

Oleh. Johan Bhimo Sukoco
nb : artikel juga dipublish disini. 

Sabtu, 16 Juni 2018

Mahasiswa Administrasi Negara Unisri Magang di Kemendagri

Senin (5 Februari 2018), lalu, mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta memulai kegiatan magang di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Magang ini merupakan magang mandiri yang diikuti oleh mahasiswa Semester V, di kantor pemerintahan yang terletak di Jalan Medan Merdeka Utara No.8, Jakarta Pusat, ini.

Beberapa mahasiswa tersebut, antara lain : Mega Lady Pratiwi (NPM : 15400007), Minti Yastuti (NPM : 15400003), Ermilia Winda Sari (NPM : 15400020), dan Noviriyanti (NPM : 15400015).
Mahasiswa-mahasiswa ini direncanakan melakukan kegiatan magang selama 2 (dua) bulan kedepan. Beberapa mahasiswa ini ditempatkan di Bagian Politik dan Pemerintahan.

Melalui kegiatan magang mandiri ini, diharapkan mahasiswa Ilmu Administrasi Negara dapat meningkatkan kompetensi dan skillnya di dunia kerja nantinya, sesuai dengan sasaran dan tujuan program studi ini, yaitu mampu menerapkan keilmuan Administrasi Negara untuk mendukung keberhasilan kegiatan dan pekerjaan pada profesinya nantinya, sehingga tercapai visi program studi ini yaitu terdepan dalam pengembangan ilmu dan profesi Administrasi Negara.

Oleh. Johan Bhimo Sukoco
nb : artikel ini juga dipublish disini. 

Jumat, 15 Juni 2018

12 TIM MAHASISWA FISIP TEMBUS PKM TINGKAT UNIVERSITAS

Sebanyak 12 tim mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta lolos Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tingkat Universitas. Nama-nama ketua tim program ini, antara lain Mega Lady Pratiwi, Wahyu Dwi Cahyo, Noviriyanti, Ermilia Winda Sari, Syamsudhin, Riyan Rahmadi, Ayu Fulandari, Salma Nur Hanifah / Dwi Lestariningsih, Rohmad Dwi Errin S, Febriyitno, Rizky Rediq Rahardian, dan Fachjrin Prasetyo Eddy. Kedua belas tim mahasiswa FISIP ini berhasil melampaui poin reviewer di tingkat universitas mengalahkan tim dari fakultas lain, dengan total peserta tim sebanyak 72 tim.

Program ini merupakan PKM 2017 yang didanai 2018. Kegiatan ini dimulai sejak 2-3 Oktober 2017 lalu dengan penyusunan proposal, review proposal pada 1-4 November 2017, revisi proposal pada 6-11 November 2017, dan unggah proposal pada 13-30 November 2017. Bertindak sebagai reviewer tingkat universitas, berdasarkan Keputusan Rektor Nomor : 180 / R/ HK/2017 tentang Pengangkatan Tim Pengelola Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Slamet Riyadi Periode 2017/2018, sebagai berikut : Dr. Anita Trisiana, S.Pd, MH (Ketua), Dr. Nanik Suhartatik, MP (Sekretaris), Dr. Dora Kusumastuti, MH, Dr. Sumarmi, MO, Nibras Amy Khabibah, SE, M.Sc, dan Johan Bhimo Sukoco, S.Sos, M.Si (Anggota).

PKM yang lolos di Tingkat Universitas ini selanjutkan direview di tingkat yang lebih tinggi, yaitu di Direktorat Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

Oleh. Johan Bhimo Sukoco
nb : artikel ini juga dipublish disini. 

Kamis, 14 Juni 2018

Mahasiswa Administrasi Negara UNISRI Menghadiri TEMU ADMI di UMRAH Riau

Pada 12 November 2017 s/d  17 November 2017 lalu, mahasiswa S1 Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta, menghadiri Temu Administrator Muda Indonesia 2017 di Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.

Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan pertemuan antar mahasiswa Administrasi Negara/Publik se-Indonesia. Kegiatan TEMU ADMI 2017 ini merupakan kelanjutan dari Keputusan Bersama Temu Administator Muda Indonesia 2016 Nomor : 357/A-c/Temu-AdMI/BPH Hima AP/X/2016 di Universitas Padjajaran, yang memutuskan Universitas Maritim Raja Ali Haji sebagai tuan rumah TEMU ADMI 2017.

Tema dalam TEMU ADMI 2017 ini ialah Manajemen Pembangunan Desa, dengan 3 (tiga) Sub Tema : Pembangunan Infrastuktur (Cluster 1), Pembangunan Kelembagaan (Cluster 2), dan Pemberdayaan Masyarakat (Cluster 3). Tim Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara UNISRI berada dalam Cluster 3 ini, yaitu Sub Tema Pemberdayaan Masyarakat. Anggota tim penelitian ini antara lain : Devi Anggraini Susanto, Bambang Kris Hartanto, Minti Yastuti, dan Mega Lady Pratiwi. Judul penelitian yang dibawakan yaitu : Pemberdayaan Masyarakat dalam Penyediaan Air Minum Pedesaan (Studi Kasus Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat di Desa Buntar Kabupaten Karanganyar). Adapun Dosen Pembimbing penelitian ini ialah Johan Bhimo Sukoco, S.Sos, M.Si.

Penelitian ini berangkat dari permasalahan ketidakberdayaan masyarakat marginal di Desa Buntar dalam mengakses air minum. Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) muncul sebagai solusi atas “dahaga” permasalahan akses air bersih di desa tersebut.
Namun, dalam perjalannnya, program ini menemui berbagai kendala sehingga sangat riskan menghambat keberdayaan masyarakat dalam mengakses air bersih.

Oleh karena itu, penelitian ini dirasa tepat dengan menggunakan pendekatan pemberdayaan masyarakat yang merupakan manifestasi dari paradigma dalam Ilmu Administrasi Negara, yaitu New Public Service, dimana masyarakat bukan hanya sebagai objek pembangunan, melainkan sebagai subjek pembangunan, dengan kata lain program pemerintah diarahkan untuk memberdayakan masyarakat.

Kegiatan Temu ADMI 2017 ini diawali dengan pendaftaran delegasi tanggal 16 Juni 2017 – 11 Juni 2017, pelaksanaan penelitian tanggal 12 Juli 2017 – 22 September 2017, vefifikasi panitia tanggal 24-25 September 2017, pengembalian berkas kepada delegasi tanggal 26-27 September 2017.

Reviewing dan evaluasi oleh Indonesian Association for Public Administration (IAPA) tanggal 28 September 2017 – 28 Oktober 2017, pengumuman hasil evaluasi dan revisi makalah penelitian tanggal 30 Oktober 2017 – 5 November 2017, penyusunan revisi makalah tanggal 30 Oktober 2017 – 5 November 2017, dan acara puncak tanggal 12-17 November 2017.

Oleh. Johan Bhimo Sukoco
nb : artikel ini juga dipublish disini.

Jurnal Solidaritas : Gebrakan Publikasi Mahasiswa Fisip Unisri

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, mulai 5 Oktober 2017 lalu, menerbitkan jurnal ilmiah yang dikhusukan untuk publikasi mahasiswa. Jurnal ini diberi nama Solidaritas. Kata solidaritas itu sendiri, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) diartikan sebagai suatu sifat (perasaan) solider, sifat satu rasa (senasib dan sebagainya), atau perasaan setia kawan. Pemilihan nama jurnal ini didasarkan bahwa dalam rangka pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi (yaitu pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat) tentu membutuhkan kesolidaritasan dari segenap civitas akademika, baik dosen maupun mahasiswa.

Kegiatan penulisan jurnal ilmiah, misalnya, memerlukan solidaritas tim yang baik antara mahasiswa sebagai penulis pertama, dan dosen sebagai pembimbing penelitian. Hal ini yang mendasari pemilihan nama jurnal yang dihususkan untuk menampung publikasi ilmiah mahasiswa-mahasiswa FISIP UNISRI ini.

Berdasarakan Surat Tugas Dekan FISIP UNISRI Nomor : 165/S4/Ak/2017, Dewan Redaksi Jurnal Solidaritas ini, antara lain : Johan Bhimo Sukoco, S.Sos, M.Si (Ketua Dewan Redaksi), Haryo Kusumo Aji, S.I.Kom, M.I.Kom (Sekretaris Redaksi), Wulan Kinasih, S.Pd, M.AP dan Kartika Giri Wijayanti, S.IP, MA (Anggota Dewan Redaksi).

Jurnal ilmiah ini dikelola secara Online Journal System (OJS), yang berfungsi sebagai sarana publikasi artikel ilmiah mahasiswa. Setiap mahasiswa diwajibkan untuk mempublikasikan artikel ilmiahnya sebagai syarat untuk kelulusan dan mengikuti wisuda.

Oleh. Johan Bhimo Sukoco
nb : artikel ini juga dimuat disini. 

Senin, 11 Juni 2018

Prodi Ilmu Administrasi Negara Unisri Mengadakan Pelatihan Penulisan Jurnal Bereputasi

Selasa, 8 Agustus 2017 lalu Program Studi S1 Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta mengadakan kegiatan pelatihan jurnal ilmiah. Kegiatan yang bertajuk Pelatihan Penulisan Jurnal Ilmiah Bereputasi ini diikuti oleh seluruh dosen di FISIP Unisri Surakarta. Bertindak sebagai mentor, Dr. Agyo Demartoto, M.Si, akademisi dari Universitas Sebelas Maret Surakarta. Pengalaman beliau di bidang penulisan jurnal ilmiah bereputasi, baik dalam negeri maupun internasional, diharapkan mampu ditularkan kepada dosen-dosen di FISIP Unisri Surakarta. Dalam materinya, Dr. Argyo Demartoto, M.Si menjelaskan bahwa memilih jurnal internasional dapat dilakukan dengan mempertimbangkan 3 (tiga) kriteria, yaitu ranah dan disiplin ilmu, tema penelitian, dan obyek penelitian atau kelompok sasaran penelitian. Selain itu, beliau mengingatkan penting pula dalam mempublikasikan jurnal agar tidak termasuk kriteria jurnal predator.

Dra. Sri Riris Sugiyarti, M.Si selaku penyelenggara kegiatan yang juga merupakan Ketua Program Studi (Prodi) S1 Ilmu Administrasi Negara, menegaskan bahwa pelatihan ini penting dilakukan mengingat penelitian merupakan bagian terpenting yang tidak dapat terpisahkan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan publikasi ilmiah dari dosen-dosen di FISIP Unisri Surakarta.

Oleh. Johan Bhimo Sukoco. 

nb: artikel berita ini juga dipublikasikan disini. 

Perempuan di Sektor Pelayanan Publik


Penduduk Kota Solo lebih banyak yang berjenis kelamin perempuan. Data yang dilansir Kota Surakarta dalam Angka Tahun 2017 menunjukkan dari jumlah penduduk 514.171 orang, sebanyak 264.193 orang berjenis kelamin perempuan.

Hal ini merupakan aset sekaligus potensi dalam pemberdayaan perempuan di kota tersebut. Angka harapan hidup perempuan juga lebih tinggi yang ditunjukkan dari proporsi penduduk perempuan berusia di atas 65 tahun kuantitasnya lebih besar daripada laki-laki. Dari jumlah penduduk pada rentang usia lebih dari 65 tahun sejumlah 34.781 orang, sebanyak 20.228 orang di antara mereka adalah perempuan.

Jumlah penduduk yang datang ke Kota Solo juga lebih banyak perempuan. Dari sebanyak 12.631 orang pendatang, 7.549 orang di antara mereka adalah perempuan. Bonus demografi atau kependudukan dari penduduk berjenis kelamin perempuan ini idealnya diberdayakan secara optimal oleh pemerintah setempat.

Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kota Solo pada 2016 lalu melansir data pejabat dan pegawai eselon/golongan di Kota Solo. Data tersebut menunjukkan dari 7.689 orang pejabat dan pegawai, sebanyak 3.910 orang berjenis kelamin perempuan.

Dari sejumlah 2.286 orang pegawai golongan IV, pegawai perempuan sebanyak 1.376 orang. Perempuan yang bekerja di Inspektorat Kota Solo juga lebih banyak dibandingkan laki-laki. Dari 46 pegawai di Inspektorat Kota Solo, 25 orang pegawai berjenis kelamin perempuan. Kondisi serupa juga terlihat di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Solo. Pegawai perempuan sebanyak 24 orang, lebih banyak daripada pegawai laki-laki yang berjumlah 23 orang.

Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Kota Solo juga didominasi pegawai perempuan. Dari 39 orang pegawai, sejumlah 24 orang berjenis kelamin perempuan. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Solo memiliki pegawai 976 orang, 605 orang di antara mereka adalah perempuan.
Dinas Kesehatan Kota Solo didukung 67 pegawai, sejumlah 45 orang perempuan. Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kota Solo juga didukung banyak perempuan, dari 41 orang pegawai, 24 orang di antara mereka berjenis kelamin perempuan.

Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah Kota Solo didukung 35 orang pegawai, sebanyak 19 pegawai ialah perempuan. Jumlah pegawai perempuan di Dinas Pertanian Kota Solo sejumlah 24 orang, lebih banyak daripada laki-laki yang berjumlah 23 orang.

Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Solo juga didominasi pegawai perempuan, sejumlah 13 orang, lebih banyak daripada pegawai laki-laki yang berjumlah 11 orang. Pegawai perempuan di Kantor Ketahanan Pangan Kota Solo berjumlah 11 orang, lebih banyak daripada laki-laki yang berjumlah empat orang.

Kondisi serupa juga terlihat di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Solo. Dari 103 orang pegawai, sejumlah 73 orang di antara mereka berjenis kelamin perempuan.

Beberapa kantor pemerintahan lokal juga didominasi oleh pegawai perempuan, antara lain Kecamatan Laweyan (sembilan dari 16 pegawai berjenis kelamin perempuan), Kecamatan Serengan (14 dari 23 pegawai berjenis kelamin perempuan), Kelurahan Kadipiro (lima dari sembilan pegawai berjenis kelamin perempuan).

Di Kelurahan Kepatihan Kulon empat dari tujuh pegawai berjenis kelamin perempuan, di Kelurahan Kepatihan Wetan lima dari sembilan pegawai berjenis kelamin perempuan, di Kelurahan Mojosongo enam dari sembilan pegawai berjenis kelamin perempuan.

Di Kelurahan Purwodingratan lima dari delapan orang pegawai berjenis kelamin perempuan, di Kelurahan Surodiprajan lima dari delapan pegawai berjenis kelamin perempuan, dan di Kelurahan Tegalrejo lima dari sembilan pegawai berjenis kelamin perempuan.

Berikutnya, di Kelurahan Jajar enam dari tujuh pegawai berjenis kelamin perempuan, di Kelurahan Karangasem enam dari delapan pegawai berjenis kelamin perempuan, di Kelurahan Kerten lima dari sembilan pegawai berjenis kelamin perempuan.

Di Kelurahan Danukusuman lima dari sembilan pegawai berjenis kelamin perempuan, di Kelurahan Kratonan lima dari sembilan pegawai berjenis kelamin perempuan, dan di Kelurahan Tipes empat dari tujuh pegawai berjenis kelamin perempuan.

Wani Nata

Gambaran potensi perempuan di Kota Solo ini patut diapresiasi. Meskipun demikian, pemerintah masih memiliki pekerjaan memaksimalkan potensi ini.

Di sektor pendidikan, misalnya, data Badan Pusat Statistik terkait penduduk berumur 15 tahun ke atas yang bekerja menurut pendidikan pada 2016 menunjukkan jumlah perempuan pekerja yang menempuh pendidikan lebih sedikit daripada laki-laki.

Jumlah perempuan pekerja yang menempuh pendidikan sejumlah 122.187 orang, lebih sedikit daripada laki-laki yang berjumlah 149.012 orang. Sektor politik juga menunjukkan partisipasi perempuan yang lebih rendah dibandingkan laki-laki. Hal ini terlihat dari jumlah anggota DPRD Kota Solo yang mayoritas laki-laki (36 orang), sedangkan perempuan hanya sembilan orang. Kondisi ini dapat mengakibatkan kerawanan yang berujung ketimpangan gender dalam perumusan kebijakan publik. Perumusan anggaran responsive gender bisa jauh panggang dari api.

Optimalisasi potensi bukan lantas menjadikan perempuan memiliki beban ganda. Perempuan dengan kesibukan ranah nondomestik tentu bukan lantas mengabaikan ranah domestik

Pemberdayaan perempuan ialah memaksimalkan potensi perempuan dari powerless menjadi powerfull, tanpa harus mengorbankan nilai-nilai yang mereka anut.

Perempuan atau wanita (bahasa Jawa) bukan lagi penggambaran dari wani ditata (berani ditata), melainkan wani nata (berani menata). Kemampuan perempuan dalam managerial, ketelitian, dan sejumlah potensi lainnya perlu dikembangkan di segala sektor.

Perlu ada restrukturisasi jargon ”di balik laki-laki yang hebat ada sosok perempuan yang luar biasa”. Fahd Pahdepie (2016), menyitir kutipan ini, menyatakan frasa ”di balik” bisa diganti dengan kata ”bersama” karena laki-laki dan perempuan dapat bersama-sama tumbuh.

Keduanya bisa muncul ”di depan” tanpa ada salah satu pihak yang perlu dikorbankan ”di balik” atau ”di belakang”.  Mungkin kita perlu kutipan baru ”bersama laki-laki yang hebat selalu ada perempuan luar biasa”. Mereka tumbuh bersama dan saling memberi makna.



Oleh. Johan Bhimo Sukoco, 
Dosen Ilmu Administrasi Negara, 
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 
Universitas Slamet Riyadi Surakarta.

 nb : artikel ini dimuat di Harian Solopos, Rubrik Gagasan, 3 Januari 2018. Versi online juga dapat dibaca disini.