Apakah Organizational Development itu? Organizational
Development sering dialihbahasakan sebagai Pengembangan Organisasi atau
Pembinaan Organisasi. Gordon L. Lippit (1969), menuliskan Pengembangan
Organisasi adalah suatu usaha untuk memperkuat proses kemanusiaan di dalam
organisasi, yaitu suatu proses yang dapat mengembangkan fungsi dari suatu
sistem organik, sehingga tercapai tujuan organisasi. Miftah Thoha (2003:21),
mengatakan bahwa organisasi senantiasa menatap setiap hari perubahan dan
pergantian yang amat cepat dalam lingkungannya. Kesemuanya itu membuat struktur
birokrasi pemerintah dan juga swasta berubah dan berkembang. Perkembangan ini
jika tidak ditunjang oleh pengetahuan yang dapat membantu lancaranya perubahan,
efektif dan efisiennya kerja, maka akan berlarut-larut dan cenderung semakin
parah. Pembinaan Organisasi membantu menemukan cara perubahan dan
penyempuranaan organisasi.
Berlandaskan
tuntutan perubahan dan permasalahan administrasi yang muncul, maka dalam hal
ini organisasi memerlukan masukan dari lingkungan. Masukan-masukan ini
merupakan bahan informasi yang berguna dalam menanggapi perubahan tersebut.
Dari sini terlihat bahwa organisasi bersifat dinamis, sehingga memerlukan usaha
penyempurnaan, pengembangan dan pembinaan organisasi. Beranjak dari hal
tersebut, maka dikatakan bahwa Pengembangan Organisasi selalu menjadi hal yang
relevan untuk dilakukan. Struktur Organisai yang terlampau besar dan komplek
dimana hal ini mengakibatkan organisasi justru dapat terhambat dalam pencapaian
efisiensi dan efektivitas. Padahal, seperti yang kita ketahui, nilai pokok
administrasi adalah terkait efisiensi dan efektivitas.
Menurut Veithzal
Rivai (2004:408), berbagai desain Struktur Organisasi dimaksudkan untuk
memberikan solusi yang paling mendukung dan mempermudah secara efektif dan
efisien bagi anggotanya untuk melakukan kegiatan organisasinya dalam mencapai
sasaran organisasi. Dari penjelasan maksud Struktur Organisasi tersebut, maka
Struktur Organisasi ditujukan dalam pencapaian efisiensi dan efektifitas
organisasi. Namun demikian, masih banyak organisasi yang menemui permasalahan
terkait struktur organisasi karena kurang memahami manfaat struktur organisasi
itu sendiri. Beberapa institusi mungkin menghadapi masalah administrasi yang
ditandai dengan struktur organisasi yang terlampau kompleks, akibat tujuan,
misi, tugas pokok dan fungsinya terlalu besar dan kompleks. Institusi
seringkali kurang dapat memilah fungsi mana yang perlu dilembagakan. Perlu
diketahui, bahwa dalam menentukan fungsi mana yang perlu dilembagakan harus
mendasar pada apakah fungsi tersebut diselenggarakan berlangsung secara terus
menerus atau tidak. Hal ini dikarenakan prinsip pelembagaan ini menjadi salah
satu landasan dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi organisasi secara
menyeluruh.
Institusi yang
tidak mampu melembagakan fungsi dengan baik, maka akan menciptakan Struktur
Organisasi yang terlampau besar dan komples, sehingga hal ini tentu saja justru
menghambat efisiensi dan efektivitas organisasi. Hal inilah yang merupakan
salah satu contoh masalah administrasi dalam bidang organisasi. Menyadari hal
ini, maka PDAM Tirto Negoro Kabupaten Sragen melakukan Organizational Development dengan merumuskan ulang Struktur
Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) yang baru-baru ini sudah di-launching. SOTK terbaru
ini berlandaskan Keputusan Direktur
Utama PDAM Tirto Negoro Kabupaten Sragen Nomor 09 /KPTS/PDAM/SRG/III/2015,
tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja PDAM Tirto Negoro Kabupaten Sragen.
SOTK ini menggantikan SOTK yang berlaku sebelumnya sebagaimana diatur dalam
Keputusan Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Sragen
Nomor:34/KPTS/ PDAM /SRG/VI /2012 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja PDAM
Kabupaten Sragen.
Johan Bhimo Sukoco
*) Gambar diambil darisini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar