Sabtu, 24 Desember 2016

Ada Apa dengan Organizational Development di PDAM Tirto Negoro?



Apakah Organizational Development itu? Organizational Development sering dialihbahasakan sebagai Pengembangan Organisasi atau Pembinaan Organisasi. Gordon L. Lippit (1969), menuliskan Pengembangan Organisasi adalah suatu usaha untuk memperkuat proses kemanusiaan di dalam organisasi, yaitu suatu proses yang dapat mengembangkan fungsi dari suatu sistem organik, sehingga tercapai tujuan organisasi. Miftah Thoha (2003:21), mengatakan bahwa organisasi senantiasa menatap setiap hari perubahan dan pergantian yang amat cepat dalam lingkungannya. Kesemuanya itu membuat struktur birokrasi pemerintah dan juga swasta berubah dan berkembang. Perkembangan ini jika tidak ditunjang oleh pengetahuan yang dapat membantu lancaranya perubahan, efektif dan efisiennya kerja, maka akan berlarut-larut dan cenderung semakin parah. Pembinaan Organisasi membantu menemukan cara perubahan dan penyempuranaan organisasi.

Berlandaskan tuntutan perubahan dan permasalahan administrasi yang muncul, maka dalam hal ini organisasi memerlukan masukan dari lingkungan. Masukan-masukan ini merupakan bahan informasi yang berguna dalam menanggapi perubahan tersebut. Dari sini terlihat bahwa organisasi bersifat dinamis, sehingga memerlukan usaha penyempurnaan, pengembangan dan pembinaan organisasi. Beranjak dari hal tersebut, maka dikatakan bahwa Pengembangan Organisasi selalu menjadi hal yang relevan untuk dilakukan. Struktur Organisai yang terlampau besar dan komplek dimana hal ini mengakibatkan organisasi justru dapat terhambat dalam pencapaian efisiensi dan efektivitas. Padahal, seperti yang kita ketahui, nilai pokok administrasi adalah terkait efisiensi dan efektivitas.

Menurut Veithzal Rivai (2004:408), berbagai desain Struktur Organisasi dimaksudkan untuk memberikan solusi yang paling mendukung dan mempermudah secara efektif dan efisien bagi anggotanya untuk melakukan kegiatan organisasinya dalam mencapai sasaran organisasi. Dari penjelasan maksud Struktur Organisasi tersebut, maka Struktur Organisasi ditujukan dalam pencapaian efisiensi dan efektifitas organisasi. Namun demikian, masih banyak organisasi yang menemui permasalahan terkait struktur organisasi karena kurang memahami manfaat struktur organisasi itu sendiri. Beberapa institusi mungkin menghadapi masalah administrasi yang ditandai dengan struktur organisasi yang terlampau kompleks, akibat tujuan, misi, tugas pokok dan fungsinya terlalu besar dan kompleks. Institusi seringkali kurang dapat memilah fungsi mana yang perlu dilembagakan. Perlu diketahui, bahwa dalam menentukan fungsi mana yang perlu dilembagakan harus mendasar pada apakah fungsi tersebut diselenggarakan berlangsung secara terus menerus atau tidak. Hal ini dikarenakan prinsip pelembagaan ini menjadi salah satu landasan dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi organisasi secara menyeluruh.

Institusi yang tidak mampu melembagakan fungsi dengan baik, maka akan menciptakan Struktur Organisasi yang terlampau besar dan komples, sehingga hal ini tentu saja justru menghambat efisiensi dan efektivitas organisasi. Hal inilah yang merupakan salah satu contoh masalah administrasi dalam bidang organisasi. Menyadari hal ini, maka PDAM Tirto Negoro Kabupaten Sragen melakukan Organizational Development dengan merumuskan ulang Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) yang baru-baru ini sudah di-launching. SOTK terbaru ini  berlandaskan Keputusan Direktur Utama PDAM Tirto Negoro Kabupaten Sragen Nomor 09 /KPTS/PDAM/SRG/III/2015, tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja PDAM Tirto Negoro Kabupaten Sragen. SOTK ini menggantikan SOTK yang berlaku sebelumnya sebagaimana diatur dalam Keputusan Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Sragen Nomor:34/KPTS/ PDAM /SRG/VI /2012 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja PDAM Kabupaten Sragen. 

Johan Bhimo Sukoco
*) Gambar diambil darisini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar