Sabtu, 26 November 2016

Filosofi Arung Jeram



Pada pertengahan Bulan November 2016 ini saya bersama rekan-rekan kantor mendapat kesempatan mencoba olahraga wisata arung jeram (rafting). Acara ini merupakan kepingan dari acara Program Motivasi dan Team Building Pegawai PDAM Kabupaten Sragen. Kali ini kegiatan rangkaian outbond ini diadakan di Magelang. Ini untuk pertama kalinya saya menjajal wahana olahraga wisata ini. Arung jeram atau lebih popular disebut rafting ini berlokasi di Sungai Elo, lokasinya tidak jauh dari objek wisata Candi Mendut dan Candi Borobudur. Sungai ini terletak di Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang. Grade atau tingkat kesulitan jeram di Sungai Elo dalam kategori II s/d III, sehingga aman untuk pemula. Pendayung akan diarahkan menikmati sungai yang memiliki panjang sekitar 12 km ini, dengan jarak tempuh sekitar 2 jam. Pada kesempatan ini, kami terbagi menjadi beberapa team, dimana satu team terdiri dari enam orang pendayung dan seorang pemandu. Pemandu akan mengarahkan dan memberi aba-aba kapan perahu harus didayung, dan kapan harus mengikuti arus deras sungai.

Pada perjalanan ini, saya menemukan filosofi arung jeram ini dalam kaitannya dengan kinerja dalam sebuah organisasi atau perusahaan. Ibarat setiap pendayung adalah personel atau SDM dari sebuah organisasi, maka setiap pendayung memiliki karakter dan kinerja yang berbeda-beda satu sama lainnya. Ada pendayung yang memiliki jiwa pemimpin (leadership), dimana ia akan mengarahkan dan memberi aba-aba kepada pendayung lain. Ada pendayung yang dengan penuh semangat bekerja agar perahu terus melaju, ia adalah tipikal pekerja keras dalam sebuah organisasi. Ada pula pendayung yang dengan santai mendayung, atau bahkan pura-pura mendayung (atau tidak mendayung sama sekali), ia adalah tipikal pemalas dan menganggap bekerja atau tidak bekerja sama saja digaji sama. Ia hanya bersantai sementara rekan-rekannya bekerja ekstra agar perahu terus melaju. Seperti tipe manakah kinerja anda dalam sebuah organisasi?

Filosofi lain yang saya pahami ialah bahwa dalam sebuah perjalanan hidup, ada kalanya kita melewati air yang tenang, dan ada pula kita akan melewati air yang berarus deras. Dalam sebuah organisasi atau perusahaan, ada kalanya kita harus menyelesaikan pekerjaan yang sulit, sangat sulit, atau sangat sulit sekali, hingga kemudian mudah, sangat mudah, dan sangat mudah sekali. Seperti halnya saat pendayung melewati jeram yang deras, berbatu, dan ada kalanya melewati arus yang tenang.

Filosofi berikutnya yang dapat diresapi ialah perihal kerja sama (team work). Sebuah team dalam perahu harus kompak dan seirama dalam mendayung. Jika tidak, bisa jadi waktu tempuh yang seharusnya efisien dalam 2 jam, justru melebar mencapai 3 jam, 4 jam, dan seterusnya. Atau, di sisi lain, perahu justru tenggelam di tengah pusaran derasnya jeram. Demikian pula dalam sebuah organisasi atau perusahaan. Sebuah pekerjaan yang bersifat team work, idealnya dilakukan dengan semangat kerja sama yang baik antar personel. Setiap personel harus sadar bahwa posisinya ialah penting dalam sebuah organisasi, dan tidak ada yang tidak penting dalam sebuah organisasi. Perlu menyamakan persepsi, tujuan, visi, dan misi.

Sebagai penutup dari tulisan ini, tidak ada salahnya kita menikmati setiap jeram yang ada, toh dibalik derasnya arus itu terdapat keseruan didalamnya. Di kanan-kiri terdapat pemandangan alam yang sungguh luar biasa yang disajikan oleh Sang Maha Pencipta. Sungguh, olahraga wisata ini memberikan pengalaman yang baru bagi saya, baik secara jasmaniah maupun rohaniah. Selanjutnya, giliran anda.

Johan Bhimo Sukoco
*) Foto merupakan dokumentasi pribadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar