Minggu, 01 Maret 2015

Sisir



Sisir. Piranti yang berfungsi merapikan rambut, mungkin benar demikian jika ditelaah definisinya secara harafiah. Sisir bukan barang awam lagi bagi kaum hawa maupun adam. Beberapa orang mungkin menyisir rambutnya dua kali sehari, setelah mandi di pagi dan sore hari. Sebagian lainnya melakukannya lebih dari itu. Tidak ada standar patokan berapa kali idealnya kita harus menyisir rambut. Saya sendiri sudah beberapa tahun tidak pernah menggunakan alat ini. Semenjak saya memilih model rambut tipis setengah sentimeter ala militer, otomatis saya semakin asing dengan sisir. 

Menyisir sejarah sisir, alat ini telah digunakan manusia sejak 5000 tahun lalu. Hal ini diperkuat dengan ditemukannya sisir berbahan emas yang dibuat pada tahun 400 SM. Sisir ini merupakan peninggalan bangsa Scythian, yang hidup di kawasan Asia Tengah. Berbeda dengan sisir pada masa sekarang yang kebanyakan terbuat dari plastik, pada zaman dahulu sisir terbuat dari tulang, kayu, aneka logam, gading gajah, tanduk, sampai tempurung kura-kura. 

Andai saja sengkarut permasalahan kehidupan dapat dirapikan dengan sisir, maka saya yakin setiap orang akan berlomba-lomba menyisir rambutnya serapi mungkin. Namun, sayangnya sisir hanya berfungsi merapikan rambut. Alat ini tidak didesain memiliki kemampuan merubah jenis rambut, yang sama artinya sisir tidak dirancang sedemikian rupa untuk merubah nasib. Kita membutuhkan sisir untuk merapikan rambut, bukan untuk meluruskan silang sengkarut hidup. Tapi, mungkin saja tips satu ini layak dicoba: gerakkan sisirmu dengan lembut, seraya kau tutup kedua matamu. Hayati setiap sentuhan sisir yang mendarat di rambutmu. Bayangkan, seolah-olah semua masalah pelan-pelan akan kembali ke jalan yang semestinya. Ambil nafas, tahan sebentar, dan hembuskan pelan-pelan.Kalaupun masalah tak kunjung menjauhimu, setidaknya ketenangan hati akan kau dapatkan barang sebentar. 

Setiap masalah pasti hadir sepaket dengan solusinya, demikian ujar seorang teman. Saya meyakini ini dengan baik, serupa saya meyakini jika masing-masing jenis rambut juga telah disediakan jenis sisir yang sesuai. Sisir bergerigi jarang telah disediakan untuk jenis rambut ikal dan keriting, sedangkan sisir bergerigi rapat disediakan untuk rambut lurus. Serupa dengan masalah, ia telah hadir bersama dengan solusinya. Tugas kita selanjutnya adalah menemukan solusi terbaik dari yang ribuan solusi yang telah disediakan Tuhan. Mari kita sisir pelan-pelan masalah demi masalah yang membelenggu kita dengan seperangkat solusi terbaik yang kita miliki. Bukan dengan sisir tentunya.

Johan Bhimo Sukoco
*) gambar diambil darisini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar