Sisir. Piranti yang
berfungsi merapikan rambut, mungkin benar demikian jika ditelaah definisinya
secara harafiah. Sisir bukan barang awam lagi bagi kaum hawa maupun adam. Beberapa
orang mungkin menyisir rambutnya dua kali sehari, setelah mandi di pagi dan
sore hari. Sebagian lainnya melakukannya lebih dari itu. Tidak ada standar
patokan berapa kali idealnya kita harus menyisir rambut. Saya sendiri sudah
beberapa tahun tidak pernah menggunakan alat ini. Semenjak saya memilih model
rambut tipis setengah sentimeter ala militer, otomatis saya semakin asing
dengan sisir.
Menyisir sejarah
sisir, alat ini telah digunakan manusia sejak 5000 tahun lalu. Hal ini
diperkuat dengan ditemukannya sisir berbahan emas yang dibuat pada tahun 400
SM. Sisir ini merupakan peninggalan bangsa Scythian, yang hidup di kawasan Asia
Tengah. Berbeda dengan sisir pada masa sekarang yang kebanyakan terbuat dari
plastik, pada zaman dahulu sisir terbuat dari tulang, kayu, aneka logam, gading
gajah, tanduk, sampai tempurung kura-kura.
Andai saja sengkarut
permasalahan kehidupan dapat dirapikan dengan sisir, maka saya yakin setiap
orang akan berlomba-lomba menyisir rambutnya serapi mungkin. Namun, sayangnya
sisir hanya berfungsi merapikan rambut. Alat ini tidak didesain memiliki
kemampuan merubah jenis rambut, yang sama artinya sisir tidak dirancang
sedemikian rupa untuk merubah nasib. Kita membutuhkan sisir untuk merapikan
rambut, bukan untuk meluruskan silang sengkarut hidup. Tapi, mungkin saja tips
satu ini layak dicoba: gerakkan sisirmu dengan lembut, seraya kau tutup kedua
matamu. Hayati setiap sentuhan sisir yang mendarat di rambutmu. Bayangkan,
seolah-olah semua masalah pelan-pelan akan kembali ke jalan yang semestinya.
Ambil nafas, tahan sebentar, dan hembuskan pelan-pelan.Kalaupun masalah tak
kunjung menjauhimu, setidaknya ketenangan hati akan kau dapatkan barang
sebentar.
Setiap masalah
pasti hadir sepaket dengan solusinya, demikian ujar seorang teman. Saya
meyakini ini dengan baik, serupa saya meyakini jika masing-masing jenis rambut
juga telah disediakan jenis sisir yang sesuai. Sisir bergerigi jarang telah
disediakan untuk jenis rambut ikal dan keriting, sedangkan sisir bergerigi rapat
disediakan untuk rambut lurus. Serupa dengan masalah, ia telah hadir bersama
dengan solusinya. Tugas kita selanjutnya adalah menemukan solusi terbaik dari
yang ribuan solusi yang telah disediakan Tuhan. Mari kita sisir pelan-pelan
masalah demi masalah yang membelenggu kita dengan seperangkat solusi terbaik
yang kita miliki. Bukan dengan sisir tentunya.
Johan Bhimo Sukoco
Johan Bhimo Sukoco
*) gambar diambil darisini

Tidak ada komentar:
Posting Komentar